Sabtu, 08 Desember 2012

PENULISAN ILMIAH
 ( Arti Kata, Definisi, dan Macam- Macam Penulisan Ilmiah )
Makalah
Ditulis untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia



 

                                                                              
Oleh
Rindy Agustin
NPM : 25210987
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2012


PENULISAN ILMIAH
A.    Arti Kata
Bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan, memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan: penerbitan majalah -- berkembang dengan pesat, populer bersifat ilmu, tetapi menggunakan bahasa umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam (artikel, gaya penulisan karya ilmiah);
meng·il·mi·ah·kan menjadikan ilmiah atau bersifat ilmu; mengilmukan: ia tidak dapat ~ hal-hal yg gaib.
           
   B.     Definisi Penulisan Ilmiah
Penulisan Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Dari definisi yang lain dikatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Dari pengertian tersebut secara awal kita dapat mengenal salah satu ciri khas karya ilmiah adalah lewat bentuknya yakni tertulis, baik di buku, jurnal, majalah, surat kabar, maupun yang tersebar di internet, di samping ciri lain yang mesti dipenuhi dalam sebuah karya ilmiah.

   C.   Macam Karya Tulis Ilmiah
Sesuai dengan cirinya yang tertulis tadi, maka karya tulis ilmiah dapat berwujud dalam bentuk makalah (dalam seminar atau simposium), artikel, laporan praktikum, skripsi, tesis, dan disertasi, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.

  • MAKALAH
    Makalah adalah karya ilmiah yang membahas suatu pokok persoalan, sebagai hasil penelitian atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen yang harus diselesaikan secara tertulis oleh mahasiswa.

  • SKRIPSI
    Skripsi adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan atau kajian pustaka dan dipertahankan di depan sidang ujian (munaqasyah) dalam rangka penyelesaian studi tingkat Strata Satu (S1) untuk memperoleh gelar Sarjana.

  • TESIS
    Tesis adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister. Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara analisis kristis.

  • ARTIKEL
    Artikel, merupakan karya tulis lengkap, seperti laporan berita atau esai di majalah, surat kabar, dan sebagainya.  Artikel adalah sebuah karangan prosa yang dimuat dalam media massa, yang membahas isu tertentu, persoalan, atau kasus yang berkembang dalam masyarakat secara lugas.
    Artikel merupakan: karya tulis atau karangan; karangan nonfiksi; karangan yang tak tentu panjangnya; karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur; sarana penyampaiannya adalah surat kabar, majalah, dan sebagainya; wujud karangan berupa berita atau“karkhas”.
    Artikel mempunyai dua arti:
  1. barang, benda, pasal dalam undang- undang dasar atau anggaran dasar
  2. karangan, tulisan yang ada dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya. Tetapi, kita
    akan lebih jelas lagi dengan penguraian


DAFTAR PUSTAKA



Rabu, 05 Desember 2012

PENALARAN(TUGAS SOFTSKILL B.INDO)

PENALARAN

 ( Arti Kata, Pengertian, Dasar-dasar penalaran dan Macam- Macam Penalaran )
Makalah
Ditulis untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia


 
                                                                                   
Oleh
Rindy Agustin
NPM : 25210987
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2012


A.                Arti Kata
Penalaran mempunyai kata dasar “nalar” yang bisa diartikan sebagai aktivitas yang memungkinkan seseorang berpikir logis. Nalar dalam arti lain juga tentang jangkauan pikir ataupun kekuatan pikir
.
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proporsisi-proporsisi yang sejenis , berdasarkan sejumlah proporsisi yang diketahui atau dianggap benar, orang akan menyimpulkan sebuah proporsisi yang baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dasar pernyataan yang kedudukannya sebagai bagian langsung dari bentuk penalaran adalah pernyataan, karna pernyataan inilah yang digunakan dalam pengolahan dan perbandingan. Berikut adalah pernyataan yang dijadikan dasar penalaran :
a.       Logika dan Bahasa : Logika atau berfikir sebagai proses bekerjanya akal merupakan ciri hakiki dari manusia. Hasil berpikir ini tidak akan dapat diketahui oleh manusia jika tidak diungkapkan dalam bentuk bahasa. Bahasa di sini merupakan pernyataan pikiran atau perasaan sebagai alat komunikasi manusia. Bahasa pada dasarnya terdiri atas kata-kata atau istilah-istilah dan sintaksis. Kata atau istilah merupakan simbol dari arti sesuatu, dapat berupa benda, kejadian, proses, atau hubungan-hubungan.
b.      Fungsi Bahasa : Bahasa pada dasarnya merupakan alat pernyataan pikiran atau perasaan sebagai alat komunikasi manusia. Bahasa mempunyai tiga pokok fungsi yang diuraikan sebagai berikut :

1.      Fungsi ekspresif atau emotif, tampak pada pencurahan rasa takut serta takjub  yang dilakukan pada pemujaan-pemujaan, demikian juga pencurahan seni suara maupun seni sastra.
2.      Fungsi afektif atau praktis ,tampak jelas untuk menimbulkan efek psikologis terhadap orang lain dan sebagai akibatnya mempengaruhi tindakan mereka terhadap kegiatan atau sikap tertentu yang diinginkan.
3.      Fungsi simbolis dipandang dalam arti luas, meliputi fungsi logis serta komunikatif, karena arti dinyatakan dalam simbol-simbol bukan untuk menyatakan fakta saja,tetapi juga untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain.
Diantara tiga fungsi di atas, khusus untuk logika dan bahasa ilmiah yang harus diperhatikan adalah fungsi simbolis, karena komunikasi ilmiah bertujuan untuk menyampaikan berupa pengetahuan. Agar komunikasi ilmiah ini berjalan dengan baik.
a.       Bahasa dalam Logika : Pemikiran manusia dapat diungkapakan dalam bentuk bahasa, meskipun tidak semua yang terpikirkan manusia dapat diungkapkan dengan tuntas. Dalam penalaran sebagai salah satu wujud pemikiran, bahasa merupakan bentuk yang tepat untuk menunjukkan langkah-langkah yang harus dilalui dalam penalaran itu.
Kalimat berita atau kaimat deklaratif di dalam logika dinamakan pernyataan. Pernyataan dalam logika ditinjau dari bentuk hubungan makna yang dikandungnya maka pernyataan itu disamakan dengan proporsisi, walaupun ada sedikt perbedaan namun pada umumnya sama. Oleh karena itu, dalam logika kedua istilah itu tidak dibedakan. Proporsisi atau pernyataan berdasarkan bentuk isinya dibedakan menjadi tiga macam yaitu :
-          Proporsisi Tunggal adalah pernyataan sederhana yang hanya terdiri atas satu konsep atau satu pengertian sebagai unsurnya. Misal, ini buku, gadis cantik bersuara merdu, dan sebagainya.
-          Proporsisi Kategoris adalah pernyataan yang terdiri atas hubungan dua konsep sebagai subjek dan predikat serta dapat dinilai benar atau salah. Misal, Bangsa Indonesia Berketuhanan Yang Maha Esa, sebagian mahasiswa melakukan unjuk rasa ke DPR, dan sebagainya.
-          Proporsisi Majemuk adalah pernyataan yang terdiri atas hubungan dua bagian yang dapat dinilai benar atau salah. Misal, siapapun yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi, akan diajukan ke pengadilan.

D.                Macam - macam Penalaran
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.
A.    Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. 
1.      Jenis-jenis penalaran induktif:
·         Generalisasi, yaitu proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan.
·         Analogi (Analogi Induktif), yaitu proses penalaran untuk menarik suatu kesimpulan/inferensi tentang kebenaran gejala yang memiliki sifat-sifat esensial yang bersamaan.
·         Hubungan Sebab-Akibat :Hubungan sebab-akibat antarperistiwa dapat berupa: hubungan sebab ke akibat, akibat ke sebab, atau akibat ke akibat.
B.     Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.


DAFTAR PUSTAKA
Sumber :
  1.  http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
  2. Buku: Surajiyo, Sugeng Astanto, dan Sri Andiani. 2009. Dasar-Dasar Logika. Cetakan keempat. Jakarta: Bumi Aksara.
  3. http://ati.staff.gunadarma.ac.id/
  4. http://seven-des.blogspot.com/2012/03/definisi-penalaran-tugas-1.html



Minggu, 04 November 2012

TUGAS #B.INDONESIA



AUDIT
(Pengertian, Tujuan dan manfaat , dan Jenis-jenis)

MAKALAH
Ditulis untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah B.Indonesia



Oleh
Rindy Agustin
NPM: 25210987

PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
JAKARTA
2012







                    AUDIT

A.     Pengertian Audit

Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor.

Dalam melaksanakan audit faktor-faktor berikut harus diperhatikan:

1.      Dibutuhkan informasi yang dapat diukur dan sejumlah kriteria (standar) yang dapat
digunakan sebagai panduan untuk mengevaluasi informasi tersebut,
2.      Penetapan entitas ekonomi dan periode waktu yang diaudit harus jelas untuk menentukan
lingkup tanggungjawab auditor,
3.      Bahan bukti harus diperoleh dalam jumlah dan kualitas yang cukup untuk memenuhi tujuan audit,
4.      Kemampuan auditor memahami kriteria yang digunakan serta sikap independen dalam mengumpulkan bahan bukti yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan yang akan diambilnya.










 
Mulyadi. (2002). Auditing Buku 1 dan 2 (Edisi Ke-6). Jakarta: Penerbit Salemba Empat.




B.      Tujuan dan manfaat audit independen
Tujuan umum audit atas laporan keuangan adalah untuk menyatakan pendapatatas kewajaran laporan keuangan, dalam semua hal yang material, sesuai dengan prinsip- prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Kewajaran laporan keuangan diukur berdasarkanasersi terkandung dalam setiap unsur yang disajikan dalam laporan keuangan, yangdisebut dengan asersi manajemen.Asersi manajemen yang disajikan dalam laporan keuangan dapat diklasifikasikan menjadi lima kategori :

1)      Keberadaan atau kejadian (existency or occurence).
2)      Kelengkapan (completeness).
3)      Hak dan kewajiban (rights and obligations).
4)      Penilaian atau alokasi (valluation or allocation).
5)      Penyajian dan pengungkapan ( presentation and disclosure).












 
Agoes, S. (2004). Auditing : Pemeriksaan Akuntan Oleh Kantor Akuntan Publik Jilid I

dan II (Edisi Ke-3), Jakarta.


C.    Jenis-jenis Audit
1.      Audit Keuangan
Audit keuangan adalah audit terhadap laporan keuangan perusahaan atau organisasi yang akan menghasilkan opini pihak ketiga mengenai relevansi, akurasi, dan kelengkapan laporan-laporan tersebut.
Audit keuangan umumnya dilaksanakan oleh perusahaan atau akuntan publik independen yang harus mengikuti prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Banyak perusahaan mempekerjakan auditor internal yang berfokus pada pengawasan pelaksanaan dan operasi perusahaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebijakan organisasi
2.      Audit Operasional
Audit Operasional adalah pengkajian atas setiap bagian organisasi terhadap prosedur operasi standar dan metoda yang diterapkan suatu organisasi dengan tujuan untuk mengevaluasi efisiensi, efektivitas, dan keekonomisan (3E)
3.      Audit Ketaatan
Audit Ketaatan adalah proses kerja yang menentukan apakah pihak yang diaudit telah mengikuti prosedur, standar, dan aturan tertentu yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang


 





                                                            DAFTAR PUSTAKA
Mulyadi. (2002). Auditing Buku 1 dan 2 (Edisi Ke-6). Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Agoes, S. (2004). Auditing : Pemeriksaan Akuntan Oleh Kantor Akuntan Publik Jilid I

dan II (Edisi Ke-3), Jakarta.